Istana Terapis : Pusat Pengobatan Patah Tulang, Saraf, Urat dan Sendi, Kecantikan, Pasutri

Istana Terapis

Jam Buka : 10.00 - 21.00 WIB

Patah Tulang dan Pengobatannya

Patah tulang merupakan gangguan pada tulang, yang membuat rusak, atau terputusnya keutuhan tulang. Karena adanya tekanan yang berlebihan pada tulang.

Patah tulang mempunyai beberapa jenis:

1. Patah tulang terbuka ( patah tulang yang menembus sampai kulit )
2. Patah tulang tertutup ( patah tulang yang tidak menembus kulit )

Tanda-tanda ada patah tulang:

1. Adanya nyeri yang langsung dirasakan, di saat bergerak pasca benturan ( kecelakaan)
2. Perubahan bentuk pada area cedera
3. Terjadi pembengkakan atau memar
4. Kejang urat saraf
5. Bergerak tidak lagi normal, atau tidak lagi bisa bergerak.
6. Ada bunyi gemertak disekitar cedera saat bergerak, atau saat diraba.

Sebahagian orang berkata, ” tulang yang patah tidak bisa disambung lagi”. Padahal sebenarnya tubuh kita ini mempunyai kemampuan untuk melakukan penyambungan sendiri. Dan para terapis tulang bertugas untuk membantu mereposisikan tulang yang baru tersambung tersebut. Dengan cara, sekali tiga hari diperiksa lagi. Agar tulang yang patah itu, sudah kelihatan

Patah tulang merupakan suatu kondisi dimana salah satu tulang mengalami keretakan atau patah karena sesuatu, Biasanya patah tulang terjadi ketika tulang dihantam oleh sesuatu yang melebihi kekuatan tulang itu sendiri.

Beberapa penyebab patah tulang biasanya terjadi Akibat mengalami kecelakaan baik itu terjatuh dari sepeda motor atau mobil, jatuh dari ketinggian, mengalami cedera ketika sedang berolahraga , tertimpah benda-benda keras dan juga karena penyakit oesteoporosis atau pengapuran tulang.

Seseorang yang mengalami patah tulang biasanya akan merasakan Rasa nyeri, selain rasa nyeri akan terlihat adanya pembengkakan, memar, berdarah, atau ada bagian tulang yang menonjol di bawah kulit yang luka mungkin Anda alami ketika mengalami patah tulang.

Prinsip penanganan patah tulang di ISTANA TERAPIS adalah, sesuai dengan standarisasi yang diakui KEMENKES, dan bermenkumham. Yang berwadah PERPATRI. Yaitu:

1. Mengembalikan ke posisi Nol.
Posisi nol adalah, dimana urat, dan sendi bagian tubuh yang terkena, pada posisi lemas, dan rilek, tanpa ada tahanan.

2. Mengembalikan ke posisi sendi yang normal, dengan cara menariknya, tanpa menyakiti.

3. Pemberian minyak herbal untuk mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan

4. Pembalutan. Pembalutan sangat penting, untuk menguatkan posisi urat, dan sendi yang cedera. Agar tidak terjadi pergeseran, sampai penyembuhan. Pembalutan juga berfungsi untuk mengurangi pembengkakan, serta memberi rasa nyaman ke pasien.

5. Penggunaan bidal atau spalek.
Bidal atau spalek digunakan untuk mempertahankan posisi patah tulang yang sudah dibetulkan.

6. Kontrol.
Kontrol dilakukan setelah 3 hari penanganan. Biasanya dilalukan 3 hari setiap 3 hari sekali.

7. Penanganan patah tulang yang kami dilakukan. Selalu merujuk pada ketentuan yang telah digariskan PERPATRI ( Perkumpulan terapis tradisional patah tulang, urat dan sendi) Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *