Istana Terapis : Pusat Pengobatan Patah Tulang, Saraf, Urat dan Sendi, Kecantikan, Pasutri

Istana Terapis

Jam Buka : 10.00 - 21.00 WIB

Pengobatan Patah Tulang

Pengobatan Patah Tulang

( Standar perkumpulan terapis tradisional patah tulang urat dan sendi PERPATRI )

“Penanganan cedera patah tulang adalah menempatkan ujung-ujung dari patah tulang supaya satu sama lainnya saling berdekatan, dan mempertahankannya. Sehingga tetap menempel-nempel sebagaimana mestinya, sampai terjadinya penyembuhan. Melalui proses penyembuhan secara sempurna yang memerlukan waktu sekitar 12 minggu. Akan tetapi pada usia lanjut biasanya memerlukan waktu agak lama. Namun, setelah sembuh tulang biasanya kuat, dan kembali berfungsi dengan normal”.

TEKNIK-TEKNIK PENANGANAN PENGOBATAN PERAWATAN DI ISTANA TERAPIS

Agar para calon klien mendapatkan kejelasan sebelum datang. Berikut ini kami menerangkan fungsi masing-masing tulang, urat dan sendi, serta tata cara penanganan pada patah tulang.

Tulang dan fungsinya:
a.     Menegakkan tubuh.

b.     Tempat melekatnya urat dan otot.

c.     Menopang semua bagian tubuh manusia.

d.     Melindungi organ lunak, seperti tulang tengkorak dan tulang rusuk.

Urat, otot dan fungsinya:
a.     Menggerakkan tulang dengan sendinya

b.     Mempertahankan postur dan posisi tubuh

Sendi mempunyai fungsi:
a.     Menghubungkan tulang-tulang yang ada

b.     Memberikan variasi pergerakan yang fleksibel pada poros gerakan tubuh.

CEDERA PATAH TULANG

Patah tulang merupakan suatu cedera, atau gangguan pada tulang yang membuat rusaknya, atau terputusnya keutuhan tulang, karena adanya tekanan yang berlebih pada tulang tersebut. Patah tulang akhir-akhir ini sangat banyak penyita perhatian masyarakat. Dari tahun ke tahun, banyak terjadi kecelakaan lalu lintas. Yang sebagian korbannya mengalami patah tulang.

Pada tulang mempunyai berbagai jenis, yang mudah diamati dengan penglihatan dan perabaan. Jenis patah tulang itu yaitu:

a.     Patah tulang terbuka {patah tulang dengan tulang menembus kult}

b.     Patah tulang tertutup ( patah tulang yang tidak menembus kulit }

Adapun gejala yang terjadi pada cedera patah tulang adalah:

1.     Adanya nyeri yang langsung dirasakan setelah terjadi patah tulang, maupun ketika bergerak.

2.     Terjadinya perubahan bentuk pada area cedera

3.     Bengkak atau memar

4.     Adanya gerakan yang tidak normal pada tulang, yang secara normal tidak ada pergerakan.

5.     Terjadinya kejang urat di sekitar cedera.

6.     Kehilangan kekuatan dalam bergerak

7.     Ada sensasi gemeretak pada area cedera ketika bergerak atau ketika di pegang

8.     Pingsan. Pingsan bisa terjadi pada kasus cedera patah tulang yang disertai nyeri yang hebat, dan pendarahan yang banyak.

YANG HARUS DIPAHAMI JUGA OLEH CALON KLIEN PATAH TULANG

Banyak orang yang memahami bahwa tulang yang patah tidak bisa tersambung lagi, kecuali dilakukan aplikasi yang bernuansa mistik. Seperti ritual-ritual tertentu, dan penggunaan bahan-bahan yang diyakini mempunyai daya mistis. Padahal sebenarnya secara ilmiah tubuh manusia mempunyai kemampuan untuk melakukan penyambungan tulang sendiri, apabila ada patah. Hal ini berdasarkan konsep bahwa, tubuh manusia mempunyai kemampuan menyembuhkan diri sendiri.

Tujuan dari penangan cedera patah tulang adalah:

“ menempatkan ujung-ujung dari patah tulang supaya satu sama lainnya saling berdekatan, dan kemudian mempertahankannya. Sehingga tetap menempel-nempel sebagaimana mestinya, sampai terjadinya penyembuhan. Melalui proses penyembuhan secara sempurna yang memerlukan waktu sekitar 12 minggu. Akan tetapi pada usia lanjut biasanya memerlukan waktu yang agak lama. Dan, setelah sembuh tulang biasanya kembali kuat, berfungsi dengan normal”.

PRINSIP-PRINSIP PENANGANAN CEDERA PATAH TULANG

Semua penanganan cedera patah tulang, posisi cedera harus kembali ke posisi nol (0) Posisi nol adalah posisi dimana urat dan sendi bagian tubuh yang terkena  pada posisi lemas, dan rileks, tanpa ada tahanan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir rasa nyeri yang terjadi ketika dilakukan pembentukan tulang yang jatuh.
Mengembalikan posisi tulang yang patah ke posisi yang normal dengan penarikan.
Tulang yang patah secara alami dapat menyambung kembali dengan sempurna, asalkan patahannya dikembalkan pada posisi yang saling menempel lagi seperti kondisi normal.

Pemberian minyak herbal untuk mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan. Dalam hal ini kami menggunakan minyak herbal STARBIO OIL. Yang sudah memiliki izin edar dari POM.
Pembalutan. Pembalutan sngat penting dilakukan untuk menguatkan posisi tulang yang sudah dilakukan pembetulan. Hal ini agar tulang  tersebut tidak mudah bergeser lagi sampai terjadi penyembuhan. Pembalutan dilakukan juga berfungsi untuk mengurangi pembengkakan, dan memberi rasa nyaman kepada klien. Pembalutan tidak boleh terlalu kencang. Karena akan membuat klien kesakitan. Pembalutan juga tidak boleh terlalu lemah, karena bisa membuat cedera mudah bergeser lagi.
Penggunaan bidal atau Spalek. Bidal atau spalek digunakan untuk mempertahankan posisi tulang yang sudah dibetulkan.
Kontrol. Kontrol dilakukan setelah 3 hari penanganan, dan dilaukan setiap 3 hari sekali kontrol. Kemudian dilakukan lagi kontrol seminggu sampai 2 bulan.
PEMERIKSAAN PADA CEDERA KESELEO DAN PATAH TULANG

Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui kondisi klien secara umum, dan mengetahui kondisi tulang yang patah, atau sendi yang keseleo. Pemeriksaan ini menggunakan beberapa cara, yaitu melihat, mencium/membaui, wawancara, merasakan atau meraba, dan tes pergerakan.

Pemeriksaan yang harus dilakukan pada cedera keseleo, dan patah tulang adalah:

Melihat. Pemeriksaan dengan penglihatan sangat penting dilakukan. Dari penglihatan ini dapat mengetahui kondisi lien sebagai berikut:
A.   Ekspresi wajah. Dengan melihat ekspresi wajah klien dapat dengan mudah mengetahui nyeri yang terjadi sebelum penanganan, ketika penanganan, dan setelah penanganan.

Warna kulit wajah

Warna kulit wajah dapat menunjukkan kondisi klien, apakah kondisi yang baik, atau tidak,. Bila sangat pucat, kami berhati-hati. Karena kemungkinan klien sudah sangat lemah, karena kekurangan darah.

B.    Bagian tubuh yang cedera.

–       Dapat diketahui kondisi patahnya tulang dengan meleihat kelengkungan yang tidak normal pada tubuh klien.

–       Pada kasus keseleo dapat juga kelihatan pergeseran yang terjadi.

–       Kami lihat juga apakah ada luka atau tidaknya pada aera cedera.

–       Terlihat ada atau tidaknya bengkak

–       Memar terlihat dengan adanya perubahan warna kulit dari kemerahan, biru, sampai kehitaman.

–       Perlu kami perhatikan juga, apakah ada kotoran atau darah pada area cedera.

Wawancara.
Wawancara dengan klien sangatlah penting dilaukan karena untuk mengetahui area cedera. “Peristiwa penyebab terjadinya cedera, dan yang dilakukan klien. Terapis diharapkan sedetail mungkin bertanya, dan klien menjawab dengan jujur. Dri jawaban klien terapis dapat memprediksikan yang terjadi pada area dankondisi tubuh lainnya pada klien. Bila klien benar-benar tidak mampu menjawab, tanyakan pada yang mengantar, atau saksi kejadian.

Mendengar
a)     Dengan mendengar suara klien dapat menggambarkan kuat atau lemahnya kondisi umum klien.

b)    Adanya suara-suara yang tidak lazim pada area cedera, dan tubuh klien. Seperti suara gemertak.

Meraba dan merasakan
Merasakan atau meraba merupakan hal yang paling penting dilakukan pada kasus patah tulang dan keseleo. Meraba area cedera dengan sedikit tekanan. Kemudian kami rasakan dengan cermat. Untuk dapat menggambarkn bagaimana kondisi patah tulang atau keseleo.

Tes Pergerakan
Pada kasus patah tulang dan keseleo, pasti terjadi gangguan pergerakan. Dengan melakukan sedikit tes pergerakan, akan diketahui kondisi cedera klien.

 

PENANGANAN CEDERA KESELEO DAN PATAH TULANG

A.   Perlengkapan dan alat penunjang

1.     Kapas gulung. Kapas guung berfungsi sebagai pembalut, menjaga sirkulasi udara agar tetap nyaman dan tidak terjadi lembab pada kulit

2.     Masker. Masker berfungsi untuk menjaga pernafasan terapis

3.     Sarung tangan elastik. Sarung tangn elastik berguna untuk menjaga kebersihan luka, dan juga menjaga perpindahan bakteri dari penolong ke klien atau sebaliknya

4.     Bidal atau spalek. Bidal atau spalek digunakan pada cedera patah tulang, berfungsi untu menjaga posisi tulang agar pada tempatnya. Adapun syarat bidal yang kami gunakan sebagai berikut:

a)     Lebar spalek tidak boleh lebih lebar dari lebar area patah tulang

b)    Terbuat dari bahan yang ringan, kuat dan kaku. Contohnya kayu sengon.

c)     Tebal sekitar 5 mm

d)    Panjangnya menyesuaikan area tulang yang patah.

e)     Spalek kami balut dengan perban, dan dilekatkan dengan perekat plastik  selotip.

5.     Gergaji.

Gergaji berfungsi untuk menggergaji kayu yang digunakan sebagai bidal, atau spalek setelah pengukuran.

6.     Pembalut kain elastik.

Pembalut berfungsi untuk mempertahankan area cedera pada posisinya. Ukuran pembalut ada yang kecil, sedang, dan ada yang besar.

7.     Perban. Lebar dan panjang perban menyesuaikan dengan kondisi tempat terjadinya patah

8.     Korset.

Korset digunakan untuk cedera patah tulang pangkal paha

9.     Plester perekat.

Di gunakan pada kondisi cedera patah tulang rusuk

 

10.  Penyangga bahu.

Digunakan untuk mempertahankan posisi pada tulang lengan atas, atau patah pada patah tulang selangka

11.  Pengendong lengan

Digunakan untuk menggendong lengan pada cedera patah lengan.

12.  Ransel pengendong tulang selangka.

Digunakan untuk mempertahankan posisi bahu, tangan, dan tulang selangka agar pada posisi semestinya.

13.  Popok dewasa sekali pakai

Digunakan pada saat cedera patah tulang paha atas.

14.  Penahan tulang leher.

Digunakan untuk menjaga posisi tulang leher pada kasus cedera leher.

15.  Sendok es krim kayu

Sendok es krim kayu digunakan sebagai bidal/spalek untuk patah tulang pada jari.

16.  Guntin dan kater

Digunakan untuk memotong perban atau pleseter perekat

17.  Minyak herbal

Sebagai minyak herbal yang membantu penyembuhan pada cedera keseleo dan patah tulang. Contoh minyak herbal yang digunakan adala minyak sereh, minyak kelapa. Minyak cengkeh, atau minyak herbal lainnya yang sudah terbukti secara empiris dapat membantu penyembuhan cedera keseleo dan patah tulang. Di sini digunakan minyak herbal Star Bio Oil yang sudah memiliki izin edar dari BPOM.

18.  Perlak atau alas.

Digunakan sebagai alas untuk menjaga kebersihan klien.

19.  Tisu.

Digunakan untuk membersihkan alat atau tubuh kita dari kotoran dan juga bisa digunakan sebagai pengganti kapas.

 

Di setiap penanganan Pengobatan dan perawatan. Baik itu keseleo maupun patah tulang, Istana terapis selalu melibatkan asisten. Yang membantu mempertahankan tangan, kaki, dan anggota tubuh lain klien agar nyaman, aman, dan tidak terjadi gerakan. Sambil mencari jalan mengembalikan pergeserannya ke posisi semula pasca terjadinya cedera. Asisten haruslah paham juga proses pengobatan dan perawatan. Agar terjadi kerjasama yang baik selama proses pengobatan tersebut, demi untuk meraih hasil yang memuaskan. Dengan mengedepankan motto “kenyamanan, keahlian, dan keberhasilan”.

Kesalahan penanganan patah tulang bisa menyebabkan berbagai macam komplikasi. Mulai dari tulang yang tidak menyambung dengan tepat, kerusakan pembuluh darah, kerusakan saraf, hingga infeksi tulang. Hal ini bisa menjadi mimpi buruk yang berkepanjangan bagi penderita. Sejatinya pengobatan itu haruslah tepat sasaran, mempunyai keilmuan yang diakui berstandarisasi yang telah lulus uji. Yang mana keberadaannya diakui skala nasional. Bukan dengan mengagung-agungkan istilah ”pengobatan itu soal jodoh-jodohan, apalagi coba-coba. Tubuh kita bukanlah ajang uji-coba yang tidak mempunyai stoks lebih”. Kita haruslah berhati-hati menjaga dan merawatnya. Berapa banyak orang yang setelah diobati, namun berakhir dengan penyesalan yang berkepanjangan. Karena hasil yang diharapkan sangatlah jauh dari impian. Bahkan tidak jarang berakhir pada kecacatan permanen.

Inilah yang menjadi alasan penting ISTANA TERAPIS menjabarkan beberapa proses pengobatan dan perawatan di rumah sehat kami . Agar nantinya para calon klien mendapatkan gambaran sebelum datang ke tempat kami. Serta mendapatkan pelayanan pengobatan yang telal lulus uji, dan yang berstadarisasi. Yang mana keberadaannya telah diakui oleh KEMENKES dan KEMENKUMHAM yang berwadah PERPATRI (perkumpulan terapis tradisional patah tulang, urat dan sendi ) Indonesia.

Patah Tulang dan Pengobatannya

Patah Tulang dan Pengobatannya

Patah tulang merupakan gangguan pada tulang, yang membuat rusak, atau terputusnya keutuhan tulang. Karena adanya tekanan yang berlebihan pada tulang.

Patah tulang mempunyai beberapa jenis:

1. Patah tulang terbuka ( patah tulang yang menembus sampai kulit )
2. Patah tulang tertutup ( patah tulang yang tidak menembus kulit )

Tanda-tanda ada patah tulang:

1. Adanya nyeri yang langsung dirasakan, di saat bergerak pasca benturan ( kecelakaan)
2. Perubahan bentuk pada area cedera
3. Terjadi pembengkakan atau memar
4. Kejang urat saraf
5. Bergerak tidak lagi normal, atau tidak lagi bisa bergerak.
6. Ada bunyi gemertak disekitar cedera saat bergerak, atau saat diraba.

Sebahagian orang berkata, ” tulang yang patah tidak bisa disambung lagi”. Padahal sebenarnya tubuh kita ini mempunyai kemampuan untuk melakukan penyambungan sendiri. Dan para terapis tulang bertugas untuk membantu mereposisikan tulang yang baru tersambung tersebut. Dengan cara, sekali tiga hari diperiksa lagi. Agar tulang yang patah itu, sudah kelihatan

Patah tulang merupakan suatu kondisi dimana salah satu tulang mengalami keretakan atau patah karena sesuatu, Biasanya patah tulang terjadi ketika tulang dihantam oleh sesuatu yang melebihi kekuatan tulang itu sendiri.

Beberapa penyebab patah tulang biasanya terjadi Akibat mengalami kecelakaan baik itu terjatuh dari sepeda motor atau mobil, jatuh dari ketinggian, mengalami cedera ketika sedang berolahraga , tertimpah benda-benda keras dan juga karena penyakit oesteoporosis atau pengapuran tulang.

Seseorang yang mengalami patah tulang biasanya akan merasakan Rasa nyeri, selain rasa nyeri akan terlihat adanya pembengkakan, memar, berdarah, atau ada bagian tulang yang menonjol di bawah kulit yang luka mungkin Anda alami ketika mengalami patah tulang.

Prinsip penanganan patah tulang di ISTANA TERAPIS adalah, sesuai dengan standarisasi yang diakui KEMENKES, dan bermenkumham. Yang berwadah PERPATRI. Yaitu:

1. Mengembalikan ke posisi Nol.
Posisi nol adalah, dimana urat, dan sendi bagian tubuh yang terkena, pada posisi lemas, dan rilek, tanpa ada tahanan.

2. Mengembalikan ke posisi sendi yang normal, dengan cara menariknya, tanpa menyakiti.

3. Pemberian minyak herbal untuk mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan

4. Pembalutan. Pembalutan sangat penting, untuk menguatkan posisi urat, dan sendi yang cedera. Agar tidak terjadi pergeseran, sampai penyembuhan. Pembalutan juga berfungsi untuk mengurangi pembengkakan, serta memberi rasa nyaman ke pasien.

5. Penggunaan bidal atau spalek.
Bidal atau spalek digunakan untuk mempertahankan posisi patah tulang yang sudah dibetulkan.

6. Kontrol.
Kontrol dilakukan setelah 3 hari penanganan. Biasanya dilalukan 3 hari setiap 3 hari sekali.

7. Penanganan patah tulang yang kami dilakukan. Selalu merujuk pada ketentuan yang telah digariskan PERPATRI ( Perkumpulan terapis tradisional patah tulang, urat dan sendi) Indonesia.